![]() |
| Perkebunan Randu Siluwuk (1927) |
asmara
mungkin bersemayam
di sebatang pohon
randu, sebagai dua nama
tertoreh di kulitnya
di antaranya ada yang
lerai
seperti randu,
merelakan rindu
daun
dipetik angin
berhelai-helai,
yang keras-kepala
menggenggam ranting
pada tangkai
ada kalanya kilau
petir menyambar
merobohkan batang
randu
berkilat-kilat,
menerangi nama sepasang manusia
buah apel dan anak
panah tajam yang ditatokan,
berceraian
berserakan
terkelupas bersama
kulitnya
terseret arus,
timbul-tenggelam di hitam selokan
mengendap
terurai--larut di
lingkar air
menguap
ke perut awan
bersama bentakan
guruh, terjun
menderas ke arah
seorang lelaki yang mematung
kehilangan arah di
antara bulir-bulir hujan
terserap ke gigil iga
merembes ke dasar
telaga
di bawah pelipis di
sisi lengkung alis
menitis
membeku di kelopak
bibir ungu
menggerakkan jari
lampai yang biru
memahat pusara bagi
dua nama
di kulit batang randu
suatu waktu
di simpang gang
di jantung kota yang
berdetak kencang
ketika asmara
melesat
keluar loka
tersesat
ditatap dingin
delapan mata angin
2008
Diterbitkan: Koran Tempo
Diterbitkan: Koran Tempo
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jika anda ingin, anda boleh meninggalkan komentar.