dingin yang terhampar di waktu subuh
menjelma di bulu dedaun bambubeningnya menitis di mata kamu
karenanya,
saya mengagumi
mata embun itu
embun yang menitik di matamu
terasa asin dan asing
ia umpama laut
dan saya tenggelam
sebab lidah ombaknya
melempar
ludah ke muka
bila mau bertaut, menyurut
dengan cara yang sama saya memahami:
di lengkung petang, burung-burung parkit menghambur ke lenggang padang
meluncur licin di pinggang bebukit
begitu juga senyummu: lapang
namun terangmenggigit pahit
sebab itulah
saya menjatuhkan diri dan berusaha sungguh
bangkit sendiri
2010
Kompas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jika anda ingin, anda boleh meninggalkan komentar.