Arya Winanda. Penulis, sementara ini dalam dunia seni memfokuskan diri mempelajari ihwal perpuisian. Puisi-puisinya terpublikasi di media lokal dan nasional, seperti: Lampung Post, Kompas, dan Koran tempo. Puisi-puisinya termaktub pula dalam kumpulan puisi tunggal yang diberi nama Desis Ular. Diterbitkan atas prakarsa Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung, pertengahan Desember 2010. Buku kumpulan ini pula termasuk kedalam longlist: sepuluh (10) besar Khatulistiwa Literary Award--suatu ajang "pemilihan" buku kumpulan sastra--tunggal--"terbaik" Indonesia, tahun 2011. Sejumlah puisinya juga termaktub dalam Hilang Silsilah, antologi puisi dan cerpen sastrawan Lampung, 2013, diterbitkan juga oleh Dewan Kesenian Lampung. Bermula pada 2008, sempat meraih tempat ke tiga dalam sayembara penulisan Cerita Mini atau Fiksi Kilat se-Propinsi Lampung yang ditaja oleh Dewan Kesenian Lampung, dalam tahun itu pula ia memulai debutnya sebagai penulis puisi hingga kini.
Di dunia teater ia sempat berperan sebagai aktor dalam sejumlah pertunjukan Komunitas Berkat Yakin, tempatnya selama ini menempa keterampilan berkesenian, sejumlah yang paling akhir di antaranya: Rashomon karya Ryunosuke Akutagawa di Taman Budaya Lampung, Taman Budaya Bengkulu, Taman Budaya Padang, dan BPP Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau, disutradarai oleh Ari Pahala Hutabarat--tahun 2007; Wu Wei dan Siapa Nama Aslimu karya Tim Penulis Komunitas Berkat Yakin di STSI Padang Panjang, Taman Budaya Bengkulu, dan Teater Salihara--Komunitas Salihara Jakarta, ide dan sutradara Ari Pahala Hutabarat--tahun 2009.
Sempat pula menjadi awak dan atau fasilitator dalam workshop-workshop pengembangan diri, seperti: workshop "Goal Setting: Self Transformation--Seni Pemberdayaan Diri," dengan objek-sasaran siswa/i SMA se-Bandarlampung. Sempat pula dipercaya menjadi fasilitator sejumlah workshop dengan subjek-sasaran guru-guru SD-SMP-SMA se-Kabupaten Way Kanan dalam rangka mengenalkan teori "Kecerdasan Majemuk"--Howard Gardner yang diaplikasikan dalam bentuk dan praktik latihan serta pertunjukan teater, dengan maksud merangsang aplikasi teater di sekolah sebagai salah satu media yang bermanfaat dalam pengembangan multi-kecerdasan bagi siswa/i di sekolah.
Ia juga menafkahi dirinya dengan menjalani pekerjaan sebagai desainer grafis dan dipercayai mendesain sampul serta me-layout sejumlah buku, di antaranya: Penyeret Babi karya Inggit Putria Marga--penerbit Anahata; Dongeng Adelia dan Taman di Bibirmu karya Isbedi Stiawan ZS--penerbit Siger Publisher; Pukau Kampung Semaka karya sejumlah penulis nominator Batu Bedil Award 2010--penerbit Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanggamus; Panduan Menulis Cerpen karya Mas Agus Arman AZ--penerbit Dewan Kesenian Lampung; Menanam Benih Kata karya Ari Pahala Hutabarat, Desis Ular karya Arya Winanda, Sebait Pantun Bujang karya Agit Yogi Subandi, dan Cerita-Cerita dari rumah no.9 karya Alexander GB, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jika anda ingin, anda boleh meninggalkan komentar.