Kamis, 12 Maret 2015

BERSANDAR KEPADA SENJA













bersandar kepada senja
aku menebar jala-jala kesedihan
menuju samudera matamu
di sana dalam nyala ternyalang
kesunyianku memanjang

dan geliut api, tungkainya berputar
seperti lelaki yang tenggelam
aku mengirim sinyal merah
melintasi matamu yang kosong
yang menggeliang serupa laut
di dekat mercusuar

Senin, 09 Maret 2015

POHON BUDI





















bertahun telah ia mencoba menafsir sehelai mimpi.
bagaimana bulat menanggapi lengkung edar bola api.
timbul-tenggelam dari tempatnya berdiri, timur ke barat
tak lain: dalam kabut bayangan berkelebat, berkelana
dari lutut ke siku ke sudut mulut.

karenanya ia awas mencermati: membuka dan menutup
jendela cahaya: biji mata. atau karena biji mata yang kerap
berputar maka tingkap cahaya tertutup dan terbuka, lalu ia
menandai setiap celah yang terkuak bagi peristiwa, jalan masuk
api dan cahaya.

Minggu, 08 Maret 2015

DI KULIT BATANG RANDU

Perkebunan Randu Siluwuk (1927)





















asmara
mungkin bersemayam
di sebatang pohon randu, sebagai dua nama
tertoreh di kulitnya

di antaranya ada yang lerai
seperti randu, merelakan rindu
daun
dipetik angin berhelai-helai,
yang keras-kepala menggenggam ranting
pada tangkai