Kamis, 12 Maret 2015
Senin, 09 Maret 2015
POHON BUDI
bagaimana bulat menanggapi lengkung edar bola
api.
timbul-tenggelam dari tempatnya berdiri, timur ke
barat
tak lain: dalam kabut bayangan berkelebat,
berkelana
dari lutut ke siku ke sudut mulut.
karenanya ia awas mencermati: membuka dan menutup
jendela cahaya: biji mata. atau karena biji mata
yang kerap
berputar maka tingkap cahaya tertutup dan
terbuka, lalu ia
menandai setiap celah yang terkuak bagi peristiwa,
jalan masuk
api dan cahaya.
Minggu, 08 Maret 2015
Langganan:
Komentar (Atom)

.jpg)