Laman ulasan lain-lain (yang menarik minat saya)
▼
Kamis, 12 Maret 2015
Senin, 09 Maret 2015
POHON BUDI
bagaimana bulat menanggapi lengkung edar bola
api.
timbul-tenggelam dari tempatnya berdiri, timur ke
barat
tak lain: dalam kabut bayangan berkelebat,
berkelana
dari lutut ke siku ke sudut mulut.
karenanya ia awas mencermati: membuka dan menutup
jendela cahaya: biji mata. atau karena biji mata
yang kerap
berputar maka tingkap cahaya tertutup dan
terbuka, lalu ia
menandai setiap celah yang terkuak bagi peristiwa,
jalan masuk
api dan cahaya.

.jpg)