Selasa, 11 Oktober 2011

TUNAWICARA



bila sekadar decak-kecap

tiada lagi sanggup
ditanggung langit-langit lidah

heninglah

genap kilap kilat
dan getar guruh

dilontarkan selisih awan

kilau batang-batang air
sempurna tertuang

disesap bibir tanah

saksikan lengan
yang menunggu setia, terulur

menyisip dari gelap celah
membentangkan daun pertama

bisulah

2009

Tempo, edisi 19 April 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika anda ingin, anda boleh meninggalkan komentar.