Kamis, 12 Maret 2015
Senin, 09 Maret 2015
POHON BUDI
bagaimana bulat menanggapi lengkung edar bola
api.
timbul-tenggelam dari tempatnya berdiri, timur ke
barat
tak lain: dalam kabut bayangan berkelebat,
berkelana
dari lutut ke siku ke sudut mulut.
karenanya ia awas mencermati: membuka dan menutup
jendela cahaya: biji mata. atau karena biji mata
yang kerap
berputar maka tingkap cahaya tertutup dan
terbuka, lalu ia
menandai setiap celah yang terkuak bagi peristiwa,
jalan masuk
api dan cahaya.
Minggu, 08 Maret 2015
Selasa, 18 September 2012
YANG SALING MENIADAKAN
| Grafik dalam buku Polarity Process |
parasmu:
muara payau yang
beriak
sepenak saat
badan kuceburkan
namun arus menghapus
begitu cergas
dan kita terpaut
lidah laut
berlayar dan
karam dari karang ke
karang
pelabuhan memang memancing lambai
namun tak akan membuat terlepap
percayalah, sebab kini hati kebal
menolak mabuk, muka kian lembam
maka berangkatlah, tak usah
mengangan pulang, sebab seiring berkemas
kau kehilangan rumah dengan sekilas
Sabtu, 04 Agustus 2012
Langganan:
Komentar (Atom)

.jpg)
