Selasa, 18 September 2012

YANG SALING MENIADAKAN

Grafik dalam buku Polarity Process




















parasmu:
muara payau yang beriak
sepenak saat badan kuceburkan
namun arus menghapus
begitu cergas       
dan kita terpaut lidah laut
berlayar dan karam dari karang ke
karang

pelabuhan memang memancing lambai
namun tak akan membuat terlepap
percayalah, sebab kini hati kebal
menolak mabuk, muka kian lembam
maka berangkatlah, tak usah
mengangan pulang, sebab seiring berkemas
kau kehilangan rumah dengan sekilas

kura-kura menanam telur di perut pasir
tanpa cemas, santun ke laut lepas
ia begitu percaya, di antara
yang niscaya termangsa
satu-dua butir akan pecahcangkang
menyisir rambut air

untuk apa mengharap siul angin sebagai
penggerak layar, sebab sulurnya kini, tak lebih
jari penyibak poni ketika kita duduk-duduk
di tepi kapal, kita memiliki mesin yang kekar
dan liar punggung gelombang hanyalah
dongeng pembakar bagi kaki yang
belajar menempuh jalan  
         
aku nelayan gentar:
tergesa mengayun tongkang
melempar jala di lubuk ikan
kau lubuk geram:
dengan mata nanap
kita meremas pinggul ikan
yang meronta
menggelepar keras
seperti hendak terlepas
ke dalam cakar ombak
yang menyambar ganas

asmara sememar ikan yang
terjatuh dari paruh camar
(nyaris terkecap, bebas
terjun untuk sebentar
menggelepar)

segegas ludah yang dimuntahkan
pantat kapal (saat melengking
meninggalkan pelabuhan)

2009
Koran Tempo, 16 Mei 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika anda ingin, anda boleh meninggalkan komentar.