Rabu, 12 Oktober 2011

KEJORA






















ia karam di sana, berkedip-kelip
seperti suar kapal
mengirim tanda kepada mata

 tapi tiada yang sudi
menerjemahkan isyaratnya

atau mengajukan tanda-tanda balasan
sebagai pertanyaan kepada kabarnya

bagi mata, ia karib sedemikian cemerlang
begitu dekat, hingga lupa mengapa
ia mengibas-ngibaskan ekor cahaya
serupa anjing menyambut tuannya
 ia kepalang menjelma bunga
kepalang dimekarkan kelopaknya
agar hidung mengendus wangi
hingga dada memuja-muji

tapi mana mata yang perlu tahu
mengapa ia mengibas-ngibaskan ekor

 tanda pada tuannya

ia mengucap selamat tinggal
sebab ia gesit berlalu

lebih tangkas ketimbang pandangan
yang amat suka terpaku

 antara ia dan mata tuannya
terhampar selembar selimut hitam
sebenarnya, mereka tiada berjumpa
hingga ia mengirim ekor cahaya

agar tuannya amat tahu
mereka tak pernah saling ketemu

mata gemar menatapnya
tak lebih

sebagai masa lalu

sebab selalu
jarak memerlukan waktu

2010
Kompas

2 komentar:

Jika anda ingin, anda boleh meninggalkan komentar.