
bangkai tak tergenggam
debu di telapak tangan
dari sela jari musafir
lolos mengalir
selicin bulir air
sekejap berdiri, berpusar menari
lalu pergi seolah tak terjadi
dengan mata yang terik
tak terpetik
sebab di padang
tempat ia dikubur dan dibangkitkan
angin sang pemelihara
tak berhulu-hilir
2009
Tempo, edidi 28 Juni 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jika anda ingin, anda boleh meninggalkan komentar.