Senin, 10 Oktober 2011

BUNGA PASIR



bangkai tak tergenggam
debu di telapak tangan

dari sela jari musafir
lolos mengalir

selicin bulir air

sekejap berdiri, berpusar menari
lalu pergi seolah tak terjadi

dengan mata yang terik
tak terpetik

sebab di padang
tempat ia dikubur dan dibangkitkan

angin sang pemelihara
tak berhulu-hilir

2009

Tempo, edidi 28 Juni 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika anda ingin, anda boleh meninggalkan komentar.